Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Konsep-Konsep Dasar Penguatan Pendidikan Karakter

Gambar
Kegiatan Intra-kurikuler adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekolah  secara teratur dan terjadwal, yang wajib diikuti oleh setiap siswa. Program intra-kurikuler berisi berbagai kegiatan untuk meningkatkan kemampuan dasar dan kemampuan minimal yang harus dimiliki siswa yang dilaksanakan sekolah secara terus-menerus setiap hari sesuai dengan kalender akademik. Contohnya pembelajaran Matematika,  PKN, Agama, dan lain sebagainya.   Kegiatan Ko-kurikuler adalah kegiatan yang terkait dan menunjang  kegiatan intra-kurikuler, yang biasanya dilaksanakan di luar jadwal intra-kurikuler dengan maksud agar siswa lebih memahami dan memperdalam materi yang ada di intra-kurikuler. Kegiatan ko-kurikuler dapat berupa penugasan atau pekerjaan rumah ataupun tindakan lainnya yang berhubungan dengan materi intra-kurikuler yang harus diselesaikan oleh siswa. Kegiatan Ekstra-kurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar  jam pelajaran biasa (di luar intrakurik...

Pelibatan Pemangku Kepentingan Pendidikan PPK

Gambar
Gerakan PPK berusaha menghidupkan kembali kedudukan, peranan,   dan fungsi Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Menurut Ki Hadjar   Dewantara, proses pendidikan bergerak dinamis di antara Tri Pusat   Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keberhasilan PPK   ditentukan oleh keterlibatan intensif dan konstruktif pihak-pihak yang   menjadi warga sekolah, anggota keluarga, dan anggota masyarakat. Pihak-pihak yang menjadi pemangku kepentingan pendidikan yang   menentukan keberhasilan PPK dimaksud meliputi orangtua, komite   sekolah, dunia usaha dan dunia industri, akademisi, pegiat pendidikan,   pelaku seni dan budaya, dan pemerintah (kementerian/lembaga)   serta Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota). Berikut adalah   beberapa bentuk keterlibatan para pemangku kepentingan tersebut. 1.10.1 Keterlibatan orang tua 1. Mendukung berbagai program terkait PPK di sekolah dimana   sekolah melakukan komunikasi...

Pembiayaan Penguatan Pendidikan Karakter

Gambar
Sebagai sebuah Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang   ingin menerapkan perubahan pola pikir, pola sikap dan cara bertindak   dalam mengelola pendidikan, pembiayaan pendidikan diharapkan   dapat merupakan implementasi dari sikap mandiri dan gotong royong   yang menjadi salah satu nilai utama dalam pengembangan PPK. Struktur pembiayaan PPK merupakan tanggung jawab bersama    yakni, Pemerintah, dana mandiri (pelibatan publik, orang tua, guru dan   masyarakat), keterlibatan publik seperti dunia usaha dan dunia industri   (DUDI) melalui program tanggungjawab sosial perusahaan ( Corporate   Social Responsibility ) dan melalui kerjasama dengan Perguruan Tinggi. Penguatan Program Pendidikan Karakter tidak dimaksudkan untuk   memberikan beban biaya tambahan pada sekolah dan orang   tua, melainkan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk   mengembangkan sikap mandiri dan gotong royong menyelesaikan   persoalan ...

7 Sarana dan Prasarana Penguatan Pendidikan Karakter

Gambar
Sekolah berupaya menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan   dalam rangka mendukung pelaksanaan Gerakan PPK secara utuh dan   menyeluruh. Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan yang menjadi   kewajiban Pemerintah tetap perlu ditingkatkan. Sedangkan peningkatan   kualitas sarana dan prasarana sekolah yang dapat dilakukan dengan   melibatkan publik sesuai dengan kebutuhan perlu dikembangkan.   Adapun sarana dan prasarana yang diperlukan adalah:   1. Ruang kelas: tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan   belajar mengajar. 2. Ruang perpustakaan: tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi   siswa dan dari sinilah siswa dapat menambah pengetahuan. 3. Ruang laboratorium (tempat praktek): tempat siswa mengembangkan   pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan   menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah   atau konsep pengetahuan. 4. Ruang ibadah untuk kegiatan keagamaa...

Tata Kelola Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter

Gambar
Pengorganisasian Gerakan PPK merupakan mekanisme koordinasi   seluruh pemangku kepentingan atau ekosistem pendidikan yang terkait   dengan penyelenggaraan PPK. Seluruh pelaku membentuk jejaring dan   kolaborasi secara terintegrasi, sesuai dengan pembagian tugas dan   tanggung jawab masing-masing. Gerakan PPK diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan   yang melakukan koordinasi sektoral antar-Kementerian/Lembaga   seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian   Keuangan, Kementerian/kelembagaan yang terkait dengan satuan   pendidikan, dan Pemerintah Daerah. Kementerian Pendidikan dan   Kebudayaan bertugas dan berperan menetapkan kebijakan terkait   dengan Gerakan PPK berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga   lainnya. Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan di Provinsi/Kabupaten/Kota juga memegang peranan penting untuk melaksanakan   PPK, dalam hal ini berperan mendampingi,memb...

Basis Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter

Gambar
Gerakan PPK dapat dilaksanakan dengan berbasis struktur kurikulum   yang sudah ada dan mantap dimiliki oleh sekolah, yaitu pendidikan   karakter berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat/komunitas   (Albertus, 2015).   Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas berarti bahwa PPK: 1. mengintegrasikan proses pembelajaran di dalam kelas melalui isi kurikulum dalam mata pelajaran, baik itu secara tematik maupun terintegrasi 2. memperkuat manajemen kelas dan pilihan metodologi dan evaluasi pengajaran, dan 3. mengembangkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan daerah Penguatan Pendidikan Karakter berbasis budaya sekolah berarti bahwa PPK: 1. menekankan pada pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah; 2. menonjolkan keteladanan orang dewasa di lingkungan pendidikan; 3. melibatkan ekosistem sekolah; 4. mengembangkan dan memberi ruang yang luas pada segenap   potensi siswa melalui kegiatan ko-kurikuler dan ekstra...

Fokus Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter

Gambar
Gerakan PPK berfokus pada struktur yang sudah ada dalam sistem   pendidikan nasional. Terdapat tiga struktur yang dapat digunakan   sebagai wahana, jalur, dan medium untuk memperkuat pendidikan   karakter bangsa, yaitu:   Struktur Program: jenjang dan kelas, ekosistem sekolah, penguatan   kapasitas guru;   Struktur Kurikulum: kegiatan pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum   (intra-kurikuler) dan ko-kurikuler, ekstrakurikuler, dan non-kurikuler;   Struktur Kegiatan: berbagai macam kegiatan dan program yang mampu   menyinergikan 4 dimensi pengolahan karakter Ki Hajar Dewantara (olah   raga, olah pikir, olah rasa, dan olah hati). 1.5.1. Struktur Program Struktur program meliputi jenjang dan kelas yaitu difokuskan pada   Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang lebih dikenal   sebagai pendidikan dasar. Di samping itu fokus dilakukan pada   sistem formal yaitu persekolahan karena Kementerian Pendidik...

9 Prinsip Pengembangan dan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter

Gambar
Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dikembangkan dan   dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut: Prinsip 1 – Nilai-Nilai Moral Universal Gerakan PPK berfokus pada penguatan nilai-nilai moral universal yang   prinsip-prinsipnya dapat didukung oleh segenap individu dari berbagai   macam latar belakang agama, keyakinan, kepercayaan, sosial dan   budaya. Prinsip 2 – Holistik Gerakan PPK dilaksanakan secara holistik, dalam arti pengembangan   fsik (olah raga), intelektual (olah pikir), estetika (olah rasa), etika dan   spiritual (olah hati) dilakukan secara utuh-menyeluruh dan serentak, baik   melalui proses pembelajaran intrakurikuler, pengembangan budaya   sekolah maupun melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas diluar lingkungan pendidikan.   Prinsip 3 – Terintegrasi Gerakan PPK sebagai poros pelaksanaan pendidikan nasional terutama  p endidikan dasar dan menengah dikembangkan dan dilaksana...

Nilai-Nilai Utama Penguatan Pendidikan karakter

Gambar
Selain merupakan kelanjutan dan kesinambungan dari Gerakan   Nasional Pendidikan Karakter Bangsa Tahun 2010, Gerakan Penguatan   Pendidikan Karakter (PPK) merupakan bagian integral Nawacita,   dalam hal ini butir 8 Nawacita: Revolusi Karakter Bangsa dan Gerakan   Revolusi Mental dalam pendidikan yang hendak mendorong seluruh   pemangku kepentingan untuk mengadakan perubahan paradigma,   yaitu perubahan pola pikir dan cara bertindak, dalam mengelola   sekolah. Dalam hubungan ini Gerakan PPK menempatkan nilai karakter   sebagai dimensi terdalam pendidikan yang membudayakan dan   memberadabkan. Untuk itu, ada 5 nilai utama karakter yang saling   berkaitan membentuk jejaring nilai karakter yang perlu dikembangkan   sebagai prioritas Gerakan PPK. Kelima nilai utama karakter bangsa yang   dimaksud adalah sebagai berikut.  Nilai Karakter Religius yang mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan   yang Maha Esa yang...

Situasi Kita Sekarang Dikaitkan Dengan Penguatan Pendidikan karakter

Gambar
Gerakan Nasional Pendidikan Karakter yang secara intensif telah   dimulai sejak tahun 2010 sudah melahirkan sekolah-sekolah rintisan   yang mampu melaksanakan pembentukan karakter secara kontekstual   sesuai dengan potensi lingkungan setempat. Rencana Aksi Nasional   Pendidikan Karakter 2010 juga memperoleh dukungan dari masyarakat   madani dan Pemerintah Daerah.   Pemerintah menyadari bahwa Gerakan Nasional Revolusi Mental yang   memperkuat pendidikan karakter semestinya dilaksanakan oleh semua   sekolah di Indonesia, bukan saja terbatas pada sekolah-sekolah binaan,   sehingga peningkatan kualitas pendidikan yang adil dan merata dapat   segera terjadi. Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah diharapkan   dapat memperkuat bakat, potensi dan talenta seluruh peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan kita sesungguhnya melewatkan beberapadimensi penting dalam pendidikan, yaitu olah raga (kinestetik), olahrasa (etika dan se...

Rasional Penguatan Pendidikan Karakter

Gambar
Dunia Abad XXI sekarang berbeda secara signifkan dengan dunia   Abad XX. Dalam skala makro setidak-tidaknya dunia Abad XXI sekarang   ditandai oleh 6 (enam) kecenderungan penting, yaitu  (i) berlangsungnya   revolusi digital yang semakin luar biasa yang mengubah sendi-sendi   kehidupan, kebudayaan, peradaban, dan kemasyarakatan termasuk   pendidikan,  (ii) terjadinya integrasi belahan-belahan dunia yang   semakin intensif akibat internasionalisasi, globalisasi, hubunganhubungan multilateral, teknologi komunikasi, dan teknologi transportasi,   (iii) berlangsungnya pendataran dunia ( the world is flat ) sebagai akibat   berbagai perubahan mendasar dimensi-dimensi kehidupan manusia   terutama akibat mengglobalnya negara, korporasi, dan individu,  (iv)   sangat cepatnya perubahan dunia yang mengakibatkan dunia tampak   berlari tunggang langgang, ruang tampak menyempit, waktu terasa   ringkas, dan keusangan s...