Postingan

Teori Kehanyutan Benua Pada Bumi

Gambar
1. (Continental Drift Theory) Pada tahun 1910, Alfred Wegener, spesialis meteorologi Jerman melaksanakan penelitian antarbenua secara geologis, kartografis, paleontologis, dan klimatologis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Wagener menyimpulkan bahwa semua benua masa sekarang, pada zaman dahulu pernah tergabung menjadi sebuah benua besar yang disebut “Eanos&T- Pangea, yang sebagian besar terbentuk dari batuan granit, terapung pada batuan basalt yang mengelilinginya (granit lebih ringan daripada basalt) menyerupai es terapung. Kemudian Pangea terpecah-pecah, kepingannya hanyut ke mana-mana. Pada awalnya, banyak para jago menolak konsep ini alasannya yaitu tidak sanggup membayangkan suatu kekuatan di bumi yang cukup hebat untuk mendorong benua (yang dalam konsep ini dinilai ringan dan agak rapuh) melalui batuan basalt yang padat.  Namun demikian, akhirnya, para jago tersebut sanggup mendapatkan bahwa benua memang hanyut, tetapi tidak di atas dasar batuan basalt.  P...

Potensi Geografis Indonesia Untuk Ketahanan Energi

Gambar
Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi yang dipakai dalam banyak sekali bidang pembangunan, maka kebutuhan energi akan semakin meningkat. Di Indonesia pemakai energi yang paling besar yaitu sektor transportasi, industri dan rumah tangga. Energi di bagi menjadi dua, yaitu 1.       Energi Konvensional Merupakan energi yang tidak sanggup di perbaharui di karenakan dalam proses pembentukan materi energi membutuhkan waktu yang sangat lama. Sumber energi ini berasal dari fosil atau sisa sisa endapan tumbuhan, misalnya Minyak bumi, Gas dan Batu-bara. 2.       Energi Alternatif Merupakan Energi yang sanggup di manfaatkan sebagai pengganti sumber energi konvensional. Energi yang dihasilkan sanggup berasal dari alam yang tidak akan habis dalam penggunaanya yaitu energi matahari, energi air, energi angin, energi panas bumi, energi gelombang air maritim dan energi biomassa. Dengan adanya potensi  energ...

Faktor Pembentuk Tanah

Gambar
Faktor-Faktor Pembentuk Tanah - Ada beberapa faktor penting yang memengaruhi proses pembentukan tanah, antara lain iklim, organisme, materi induk, topografi, dan waktu. Faktor faktor tersebut sanggup diformulasikan melalui rumus sebagai berikut. Faktor-faktor pembentuk tanah tersebut akan diuraikan lebih lanjut dalam pembagian terstruktur mengenai sebagai berikut. a. Iklim Unsur-unsur iklim yang memengaruhi proses pembentukan tanah utama, yaitu suhu dan curah hujan. Suhu akan besar lengan berkuasa terhadap proses pelapukan materi induk. Jika suhu tinggi, proses pelapukan akan berlangsung cepat sehingga pembentukan tanah akan cepat pula. Curah hujan akan besar lengan berkuasa terhadap kekuatan abrasi dan pembersihan tanah, sedangkan penyucian tanah yang cepat menimbulkan tanah menjadi asam (pH tanah menjadi rendah). b. Organisme (Vegetasi dan Jasad Renik) Organisme sangat besar lengan berkuasa terhadap proses pembentukan tanah, antara lain sebagai berikut. 1...

Letak Luas Dan Keadaan Alam Negara Jerman

Gambar
Letak Luas dan Keadaan Alam Negara Jerman Letak dan Luas Posisi astronomis Jerman terletak di antara 47º LU - 55º LU dan6º BT – 15º BT. Secara geografi, di Utara dibatasi oleh Laut Utara danLaut Baltik, di sebelah Timur dengan Polandia dan Republik Ceko,di Selatan dibatasi oleh Swiss dan Austria dan di Barat dibatasi olehBelanda, Belgia, Luxemburg dan Prancis. Luas wilayah keseluruhanmencapai 356.910 km². Berdasarkan letak geografisnya, tampak bahwa Jerman tidakseberuntung negara tetangganya di daerah Eropa Barat, sepertiPrancis, Belanda atau Belgia yang mempunyai jalan masuk ke bahari lepas.Prancis bahkan mempunyai jalan masuk yang luas baik ke Samudra Atlantikmaupun ke Laut Tengah. Jerman mempunyai wilayah pantai yangberada di daerah Laut Utara tetapi garis pantainya relatif pendek.Kalau pun ada wilayah pantai yang lebih panjang di Laut Baltik,namun perairan bahari ini cenderung membeku di demam isu winter. Wilayah daratnya terkesan terkunci, di sisi Barat o...

Pengertian Dari Teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonic Theory)

Gambar
Pada tahun 1968, Harry Hess spesialis geologi dari Universitas Princeton berhasil menghubung-hubungkan kerangka utama tektonik lempeng untuk mengambarkan bagaimana kerja bumi. Hess menganut hipotesis perluasan konvensional.Teori tersebut menyatakan bahwa bumi pada mulanya terbentuk dari zarah renik dan gas yang mengerut dan lalu mengalami proses pemanasan radioaktif serta pelelehan sebagian. Unsur-unsur yang berat cenderung mengalir ke teras pusat. Sementara itu, materi yang lebih ringan berkumpul dalam beberapa lapisan luar dan kebanyakan membentuk selubung bumi. Para hebat seismologi sudah memilah-milah semua lapisan ini atas dasar perbedaan kecepatannya dalam menghantarkan getaran gempa Hess menambahkan hipotesis Wegener, bahwa benua tidak hanyut ke sana kemari menyerupai es terapung melainkan tertanam berpengaruh pada basalt dasar samudra menyerupai batang kayu yang membeku dalam es.  Menurut Hess, yang bergerak ialah esnya.  Sejak ketika itu, sentra perhatian teor...

Pemanfaatan Sig Untuk Inventarisasi Sumber Daya Alam Dan Perencanaan

Manajemen tata guna lahan Pemanfaatan dan penggunaan lahan merupakan bab kajian geografi yang perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan dari banyak sekali segi. Tujuannya yaitu untuk memilih zonafikasi lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang ada. Misalnya, wilayah pemanfaatan lahan di kota biasanya dibagi menjadi daerah pemukiman, industri, perdagangan, perkantoran, kemudahan umum,dan jalur hijau. SIG sanggup membantu pembuatan perencanaan masing-masing wilayah tersebut dan kesannya sanggup digunakan sebagai pola untuk pembangunan utilitas-utilitas yang diperlukan. Lokasi dari utilitas-utilitas yang akan dibangun di daerah perkotaan ( urban ) perlu dipertimbangkan biar efektif dan tidak melanggar kriteria-kriteria tertentu yang bisa menjadikan ketidak selarasan. Contohnya, pembangunan tempat sampah. Kriteria-kriteria yang bisa dijadikan parameter antara lain: di luar area pemukiman, berada dalam radius 10 meter dari genangan air, berjarak 5 meter dari jalan raya, dan se...

Jenis Tanah Di Indonesia

Gambar
Jenis - Jenis Tanah di Indonesia - Inilah materi yang akan kita bahas kali ini. Jenis tanah yang terdapat di Indonesia bermacam-macam, antara lain sebagai berikut. a. Litosol Jenis tanah ini merupakan tanah mineral tanpa atau sedikit perkembangan profil, batuan induknya batuan beku atau batuan sedimen keras, kedalaman tanah dangkal (<30 cm), dan adakala merupakan singkapan batuan induk (outerop). Tekstur tanah beraneka ragam dan pada umumnya berpasir, umumnya tidak berstruktur, terdapat kandungan batu, kerikil, dan kesuburannya bervariasi. Tanah litosol sanggup dijumpai pada segala iklim. b. Aluvial Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari materi induk aluvium, tekstur beraneka ragam, belum terbentuk struktur, konsistensi dalam keadaan lembap lekat, pH bermacammacam, dan kesuburannya berkisar antara sedang hingga tinggi. Penyebarannya di tempat dataran aluvial sungai, dataran aluvial pantai, dan tempat cekungan (depresi). c. R...