Pertanian

Pengertian geografi pertanian dijelaskan oleh Singh dan Dhilon ( 1984 : 3 ),  yaitu bahwa geografi pertanian merupakan deskripsi perihal seni mengolah tanah dalam skala luas dengan memperhatikan kondisi lingkungan alam dan manusia.

Sedangkan Ibery (1985) mengungkapkan bahwa geografi pertanian merupakan perjuangan untuk menjelaskan mengenai variasi acara pertanian secara spasial pada suatu wilayah di permukaan bumi. Geografi pertanian merupakan satu bidang yang mengkaji dan menguraikan perbedaan kawasan-kawasan yang diliputi oleh tumbuhan di permukaan bumi dan boleh dikatakan "ilmu pertanian permukaan bumi berubah, dengan segala keterkaitan alam, ekonomi, dan sosial yang terkait sebagaimana tercermin spasial ". Geografi pertanian merupakan adonan dari kegiatan ekonomi dan sosial dan alam yang saling berkaitan dan berkesinambungan. 
Perkembangan kegiatan pertanian yang dilakukan, meliputi:
 
• Lahan pertanian
Kebutuhan akan lahan pertanian yang produktif semakin usang semakin meningkat. Meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat menjadikan ekspansi lahan pertanian menjadi sangat penting. Geografi pertanian membahas bagaimana lahan pertanian semoga tetap produktif dan tersedia. Tetapi sekarang lahan pertanian yang produktif semakin sedikit. Hal ini disebabkan berkurangnya lahan akhir ekspansi lahan pemukiman penduduk. Selain itu, banyak lahan pertanian menjadi kritis dan tidak sanggup ditanami lantaran pemakaian lahan yang tidak seimbang/sehat.
Selain itu, geografi pertanian terhadap lahan pertanian ini juga meliputi penggunaan jenis lahan yang berbeda. Penggunaan budidaya diatas lahan kering berbeda dengan lahan basah. Hal ini berafiliasi dengan jenis tumbuhan yang sanggup ditanaman pada lahan-lahan tersebut. Dampaknya adalah, hasil pertanian yang dihasilkan tergantung dari kondisi lahan yang digunakan.
• Produksi tanaman
Memenuhi kebutuhan akan pangan dengan meningkatkan produksi pertanian. Proses budidaya yang dilakukan hingga proses ekonomi yaitu jual beli produk pertanian saling berkaitan dan berhubungan. Geografi pertanian meliputi dari mulai benih tumbuhan disebar hingga menjadi hasil yang siap dijual.
• Konservasi sumber daya alam
Dalam penerapan geografi pertanian meliputi dalam menunjang proses konservasi sumber daya alam. Menjaga kelestarian sumber plasmanutfah yang penting dan mempunyai kegunaan bagi insan dan mencegah semoga tidak terjadi kepunahan.

• Penggunaan teknologi pertanian
Dalam geografi pertanian, penggunaan teknologi pertanian sangatlah penting. Peningkatan jumlah produksi pertanian sanggup ditingkatkan dengan adanya kemajuan teknologi pertanian ini. Manusia mulai membuat peralatan dan mesin pertanian yang lebih maju dan efektif yang sanggup mempercepat waktu panen dan pengolahan.

• Dampak lingkungan
Kerusakan lingkungan sanggup disebabkan dari eksploitasi hiperbola penggunaan lahan pertanian yang tidak seimbang. Penggunaan pestisida yang hiperbola sanggup menjadikan resistensi dari hama dan akan menjadikan terjadinya wabah atau serangan terhadap lingkungan tersebut.
Geografi pertanian membahas kerusakan lingkungan dengan memakai analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDAL.
Geografi pertanian sesungguhnya meliputi banyak hal yang saling berkaitan. Tidak hanya insan dan alam saja, nilai irit dan sosialnya juga lebih diperhatikan.

Adapun objek atau tujuan geografi pertanian berdasarkan Singh dan Dhilon (1984 : 7 ) yaitu :
  1. Perbedaan macam-macam pertanian yang tersebar di muka bumi dan fungsinya dalam spasial
  2. Tipe-tipe pertanian yang dikembangkan di daerah tertentu, persamaan dan perbedaan dengan daerah lain.
  3. Menganalisa pelaksanaan sistem pertanian dan proses perubahannya
  4. Arah dan isi perubahan dalam pertanian.
  5. Batas wilayah-wilayah produksi hasil panen dan kombinasi hasil panen atau perusahaan pertanian
  6. Menghitung dan menguji tingkat perbedaan antar wilayah
  7. Identifikasi wilayah yang produktivitas pertaniannya lemah; dan
  8. Mengungkap wilayah pertanian yang stagnasi, transisi, dan dinamis.
Dari konsep dalam geografi pertanian di atas, maka sanggup disimpulkan bahwa geografi pertanian mempelajari variasi acara pertanian dengan memperhatikan keadaan insan dan lingkungan alam. Variasi acara pertanian di suatu wilayah tertentu.
Perkembangan Sistem Pertanian di Indonesia 
Pertanian merupakan acara ekonomi yang utama dan terbesar di Indonesia. Penerapan sistem pertanian pada masa orde gres dilakukan dengan pencanangan Revolusi Hijau. Adanya dampak negatif dari penerapan revolusi Hijau tersebut, maka para ahli/pakar mulai memikirkan solusi lain untuk mengganti Sistem Pertanian Revolusi Hijau tersebut. Hal ini ditandai dengan adanya konsep pembangunan berkelanjutan. Salah satu konsep pembangunan berkelanjutan dalam bidang pertanian yaitu adanya ‘Agenda 21 Indonesia’. Yang memuat perihal Pengembangan Pertanian dan Pedesaan Berkelanjutan. Sehingga lalu berkembang sistem pertanian organik yang dikembangkan oleh sebagian petani.
Bentuk-Bentuk Pertanian Di Indonesia :

1. Sawah
Sawah ialah suatu bentuk pertanian yang dilakukan di lahan lembap dan memerlukan banyak air baik sawah irigasi, sawah lebak, sawah tadah hujan maupun sawah pasang surut.
2. Tegalan
Tegalan ialah suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanami tumbuhan musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Lahan tegalan tanahnya sulit untuk dibentuk pengairan irigasi lantaran permukaan yang tidak rata. Pada ketika animo kemarau lahan tegalan akan kering dan sulit untuk ditubuhi tumbuhan pertanian.
3. Pekarangan
Perkarangan ialah suatu lahan yang berada di lingkungan dalam rumah (biasanya dipagari dan masuk ke wilayah rumah) yang dimanfaatkan / dipakai untuk ditanami tumbuhan pertanian.
4. Ladang Berpindah
Ladang berpindah ialah suatu kegiatan pertanian yang dilakukan di banyak lahan hasil pembukaan hutan atau semak di mana sesudah beberapa kali panen / ditanami, maka tanah sudah tidak subur sehingga perlu pindah ke lahan lain yang subur atau lahan yang sudah usang tidak digarap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Penginderaan Jauh

Komposisi Susunan Penduduk Menurut Pendidikan

Sejarah Geografi Dan Tokoh Geografi