Kegiatan Pertambangan Yang Berkelanjutan


Konsep pengelolaan perjuangan pertambangan yang berkelanjutan mengacu pada
pendekatan administrasi yang efisien serta mengintgrasikan isu-isu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Tujuannya yaitu untuk membuat laba jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan dan mencoba mendapat dukungan, kerja sama, dan dogma dari masyarakat di sekitar kawasan pertambangan.

Pengelolaan tambang yang berkelanjutan memerlukan adanya kesepakatan perusahaan terhadap nilai-nilai keberlanjutan. Selain itu, struktur organisasi sistem administrasi yang memadai juga diperlukan. Manajemen yang berkelanjutan juga bergantung pada sikap etis individu serta dogma untuk mendorong partisipasi dan kesepakatan dari pihak terkait. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang sempurna dan mendorong individu untuk mengambil risiko dalam setiap perbaikan yang dilakukan. Oleh alasannya yaitu itu, administrasi berkelanjutan mengatakan banyak sekali manfaat potensial sebagai berikut.

a)    Reputasi perusahaan meningkat dengan risiko kerugian rendah;
b)    Efisiensi operasional yang lebih tinggi dengan pengelolaan keselamatan dan kesehatan, penggunaan energy, sumber daya, dan proses produksi yang berkelanjutan;
c)    Perncanaan dan pengendalian dari pelaksanaan sistem manajemen, dan filosofi perbaikan terus-menerus berkaitan dengan pengelolaan yang berkelanjutan sanggup ditingkatkan;
d)    Akses terhadap sumber daya mineral lebih gampang sehingga biaya untuk memperoleh sumber daya lebih rendah dan tingkat kegagalan proyek berkurang;
e)    Perekrutan dan pemberdayaan sumber daya insan lebih gampang sehingga kepemimpinan, motivasi, inisiatif, dan pengambilan kebijakan dilaksanakan secara bertanggung jawab;
f)       Proyek pembiayaan lebih gampang dan lebih ekonomis. Investor mempunyai persepsi konsekuensi keuangan yang kasatmata alasannya yaitu izin sosial dalm pembiayaan proyek-proyek pertambangan gres lebih mudah;


g)    Biaya pengembangan proyek lebih rendah dengan dukungan pihak-pihak terkait sehingga proses perizinan lebih cepat.

(Wardiyatmoko, K. 2013. Geografi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Penginderaan Jauh

Komposisi Susunan Penduduk Menurut Pendidikan

Sejarah Geografi Dan Tokoh Geografi