Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan


Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan - Pada awalnya, insan berpandangan bahwa sumber daya alam yang dipakai tidak akan habis dan selalu tersedia di alam. Pandangan semacam ini sanggup diterima jikalau jumlah dan komposisi insan masih sedikit, tetapi jikalau jumlah insan ketika ini sudah mencapai lima miliar lebih maka paradigma tersebut harus diubah menjadi sumber daya alam yang dipakai ketika ini ialah titipan dari anak cucu kita dan harus dikembalikan fungsinya kepada mereka di masa yang akan datang.

Pada dasarnya, alam ini bergantung kepada insan yang telah dipercaya untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Alam akan lestari jikalau insan dalam pengelolaannya menyesuaikan dengan kemampuan dan kesesuaiannya. Alam akan hancur jikalau insan dalam mengelolanya tidak memerhatikan persyaratan yang dibutuhkan tumbuhan dan kondisi fisik lahannya. Kebutuhan akan sumber daya alam semakin meningkat jawaban pertambahan penduduk serta perubahan gaya hidup. Hal tersebut mengakibat - kan pemanfaatan sumber daya alam cenderung dilakukan secara tidak terkontrol dan bertanggung jawab sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan (degradasi lingkungan).


Pemanfaatan sumber daya alam yang hanya terfokus pada sumber daya yang akan dimanfaatkan tanpa memerhatikan sumber daya yang lain yang terkait termasuk pemanfaatan lahan yang tidak berwawasan lingkungan. Komponen alam yang ada di lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan komponen yang lain. Oleh sebab itu, dalam menganalisis dan mengkaji sumber daya alam harus memakai pendekatan sistem, yaitu suatu pendekatan yang menghubungkan antara satu komponen dengan komponen yang lain dalam satu hubungan yang saling memengaruhi.




Pada potongan ini akan dijelaskan beberapa referensi pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan, di antaranya sebagai berikut.

a. Pertanian Padi Sawah
Pengelolaan lahan pertanian padi sawah memerlukan persyaratan kondisi fisik tertentu, menyerupai ketinggian tempat <600 meter dpl, suhu udara 24–29° C, kedalaman tanah >50 cm, kemiringan lereng <4%, dan kanal irigasi tersedia. Persyaratan tersebut merupakan kondisi lingkungan yang sanggup mendukung produktivitas padi yang optimal.

Penggunaan air harus sudah dipertimbangan dengan kebutuhan air untuk yang lainnya sehingga tidak mengurangi pemenuhan kebutuhan yang lain. Kemiringan lereng yang dipakai harus lereng yang landai biar sanggup menampung air untuk menggenangi padi pada masa per tumbuhan.

Penggunaan pupuk harus berimbang sesuai dengan kebutuhan biar pupuk yang diberikan secara efektif dimanfaatkan oleh tanaman. Kelebihan pupuk akan mengakibatkan air sawah banyak mengandung pupuk (pengkayaan air). Apabila air sawah terbuang ke sungai, danau, atau waduk maka akan tumbuh subur ganggang atau gulma yang hiperbola sehingga menjadi racun bagi biota air sebab kekurangan oksigen.

Penggunaan racun untuk memberantas hama tumbuhan diubahsuaikan dengan kebutuhan (dosis) dan sesuai dengan jenis hama yang menyerang tanaman. Kesalahan takaran akan mengakibatkan hama penyakit tumbuhan menjadi kebal dan jikalau berkembang biak akan sangat berbahaya bagi kelangsungan pertanian di masa berikutnya. Penggunaan racun hama sanggup mengakibatkan terbunuhnya serangga lain yang tidak meng ganggu tumbuhan sehingga rantai masakan terputus dan mengakibatkan wabah hama penyakit yang baru. Limbah racun yang disemprotkan pada tumbuhan akan terlarut dalam air, kemudian air tersebut akan mengalir ke sungai atau meresap ke dalam air tanah sehingga biota air tawar dan muara sungai turut mati. 

Air tanah yang terkotori akan dipakai oleh insan untuk minum dan sanggup menimbulkan keracunan atau menurunkan kesehatan pada masyarakat. Penyiapan lahan siap tanam harus mempertimbangkan kebu dewa tanaman. Apabila tanah dibajak terlalu dalam akan menyebab kan terjadinya pembalikan horison tanah sehingga tanah potongan atas karenanya tidak subur. Penggunaan bajak yang hiperbola akan mengakibatkan struktur tanah menjadi rusak dan mengakibatkan pembersihan tanah.

Penggunaan alat-alat berat dalam penyiapan lahan dan peng angkutan sanggup mengakibatkan rusaknya struktur tanah (tanah menjadi padat). Penggunaan materi bakar dan minyak pelumas mesin pada mesin pengolah tanah apabila tercecer akan mengakibatkan tercemarnya air dan tanah sehingga kualitas tanah semakin menurun, produktivitas semakin rendah, dan meracuni jenis tumbuhan yang ditanam.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan


b. Penambangan Batubara
Penambangan batubara secara irit sanggup menawarkan pendapatan yang sangat besar bagi perekonomian dan cadangan energy nasional. Dalam proses penambangan batubara harus memerhatikan aspek yang lain biar tidak menimbulkan kerugian pada lingkungan.

Penambangan batubara yang hiperbola akan mengakibatkan habisnya cadangan batubara di dalam perut bumi. Penambangan dengan tidak mempertimbangan bentuk dan pengangkutan yang sesuai akan mengakibatkan robohnya dinding galian, menimbulkan korban jiwa, dan gempa runtuhan bagi kawasan di sekitarnya. Pengelupasan material batuan potongan atas akan mengakibatkan rusaknya lapisan tanah sehingga lahan yang sanggup diolah untuk pertanian akan semakin sempit.

Penggunaan alat-alat berat dan mesin pemotong batubara sanggup mengakibatkan polusi udara sehingga sinar matahari tidak tepat dan proses fotosintesis yang berlangsung pada tumbuhan akan terganggu. Bekas penambangan jikalau tidak ditutup dengan lapisan tanah yang telah dikelupas akan mengakibatkan suhu udara semakin tinggi dan menjadikan terjadinya lahan kritis.

Penggunaan batubara yang tidak terkendali seperti, pembangkit listrik tenaga uap akan mengakibatkan kandungan CO2 di atmosfer semakin tinggi. Hal ini sanggup menjadikan pemanasan global dan kandungan welirang yang ada pada batubara akan mengakibatkan hujan asam (H2SO4). Pemanasan global akan mengakibatkan suhu bumi naik. Akibatnya, es di kutub akan mencair dan permukaan air maritim naik sehingga pesisir yang rendah dan landai akan tergenang. Hujan asam akan mengakibatkan rusaknya semua bangunan baik yang terbuat dari beton maupun besi, serta vegetasi yang ada di permukaan bumi akan musnah.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan


Berdasarkan kedua referensi tersebut maka yang dimaksud dengan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan ialah pengelolaan sumber daya alam yang tidak menimbulkan kerusakan atau kerugian pada sumber daya atau komponen lingkungan yang lain.




Sekian materi mengenai Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan dari , semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Penginderaan Jauh

Komposisi Susunan Penduduk Menurut Pendidikan

Sejarah Geografi Dan Tokoh Geografi