Sumber Daya Alam Gabungan
Sumber Daya Alam yang Memiliki Sifat Gabungan - Sumber daya alam yang mempunyai sifat adonan sanggup dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu sumber daya biologis (panen, hutan, margasatwa, padang rumput, perikanan, peternakan) dan sumber daya lahan/tanah (kesuburan tanah dan sifat fisik tanah).
a. Panen
Hasil panen yang diperoleh dari sebidang lahan, ibarat sawah, tegalan, dan perkebunan merupakan salah satu sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan. Hasil panen dikatakan sebagai sumber daya alam yang tidak sanggup diperbarui bila pengolahan lahannya tidak sesuai dengan kesesuaian dan kemampuan lahan. Hal ini menimbulkan produksinya terus mengalami penurunan bahkan mungkin tidak akan berproduksi sama sekali. Hasil panen dikatakan sumber daya alam yang sanggup diperbarui apabila dalam pengelolaannya memerhatikan tindakan konservasi sehingga sanggup berproduksi secara terus menerus hingga pada batas waktu yang tidak ditentukan.
b. Hutan
Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat potensial sebab hutan sanggup menghasilkan:
1) materi pangan dan obat-obatan bagi masyarakat di sekitarnya;
2) sebagai pengendali;
3) sebagai sumber plasma nutfah;
4) pengatur tata air;
5) pengendali iklim mikro dan makro;
6) sumber devisa negara dari perdagangan kayu yang memasuki masa tebang;
7) sanggup menampung lapangan kerja untuk menyadap dan mengumpulkan hasil hutan.
Hutan di Indonesia berdasarkan fungsinya sanggup dibagi menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut.
1) Hutan Lindung, yaitu daerah hutan yang berfungsi untuk mengatur tata air, mencegah banjir, erosi, dan memelihara kesuburan tanah.
2) Hutan Produksi, yaitu daerah hutan yang berfungsi memproduksi hasil hutan untuk memenuhi keperluan masyarakat, ibarat untuk bangunan, industri, dan ekspor.
3) Hutan Suaka Alam, yaitu daerah hutan yang sebab sifatnya yang khas diperuntukkan secara khusus bagi sumbangan alam hayati.
4) Hutan Wisata, yaitu daerah hutan yang diperuntukkan secara khusus untuk dibina dan dipelihara guna kepentingan wisata.
Berdasarkan gugusan dan komposisinya hutan sanggup dikelom pokkan menjadi delapan jenis, yaitu sebagai berikut.
1) Hutan pantai (terdapat di pantai).
2) Hutan payau (terdapat di pantai berlumpur sekitar pantai).
3) Hutan rawa (terdapat di sekitar muara sungai).
4) Hutan rawa gambut (terdapat di daerah gambut yang berawa).
5) Hutan hujan (terdapat di daratan yang mempunyai iklim berair dari tipe A dan B).
6) Hutan animo (terdapat di daerah yang beriklim tipe C dan D).
7) Hutan meranggas (terdapat di Kalimantan Tengah) yang sifatnya meranggas waktu animo kemarau dan hijau waktu animo hujan.
8) Hutan sabana (terdapat di Nusa Tenggara) yang didominasi oleh rumput dan semak.
Hutan sanggup lestari bila dalam pemanfaatan dan pengeks ploi tasian - nya diubahsuaikan dengan kemampuan hutan untuk menyediakan banyak sekali kebutuhan manusia. Hutan juga sanggup menjadi sumber daya alam yang tidak sanggup diperbarui bila pemanfaatannya tidak terkendali.
Beberapa tindakan insan yang menimbulkan hutan menjadi tidak bermanfaat, di antaranya sebagai berikut.
1) Penebangan hutan yang tidak terkendali.
2) Penyadapan dan pengumpulan hasil hutan yang tidak sesuai dengan kemampuannya.
3) Pemeliharaan dan pengelolaan hutan tidak melibatkan masyarakat sekitar hutan.
c. Margasatwa
Margasatwa merupakan salah satu sumber daya alam sebab satwa merupakan cuilan dari ekosistem. Ekosistem yang mempunyai satwa yang bermacam-macam akan mempunyai ketahanan yang kuat dibandingkan ekosistem hidup liar di hutan) merupakan sumber pangan bagi masyarakat sekitar hutan. Kondisi satwa akan lestari bila penangkapannya diubahsuaikan dengan laju pertumbuhannya.
Pada dikala ini banyak satwa yang hampir punah akhir penang kapan yang berlebihan. Bahkan terdapat beberapa satwa yang sudah dilindungi, tidak boleh ditangkap dan dimiliki oleh masyarakat.
d. Padang Rumput
Padang rumput merupakan sumber daya alam yang sanggup mendukung kelangsungan binatang ternak maupun binatang liar. Padang rumput harus tetap dijaga bahkan diperluas wilayahnya biar sanggup memenuhi kebutuhan pakan ternak. Padang rumput banyak dijumpai di daerah Nusa Tenggara. Padang rumput sering dipadukan dengan penggunaan jenis yang lain, ibarat buah-buahan atau lahan pertanian. Hal ini dilakukan biar selain sanggup memenuhi kebutuhan pakan ternak juga sanggup memenuhi kebutuhan hidup masyarakat di sekitarnya.
e. Perikanan
Perikanan merupakan sumber daya akuatik yang mencakup perairan tawar (sungai dan danau), payau (muara sungai), dan laut. Sumber daya perikanan di Indonesia potensinya sangat besar, sebab lebih dari dua pertiga wilayah Indonesia ialah wilayah laut. Akan tetapi, potensi tersebut masih belum tergali secara optimal.
Sumber daya maritim bila dilihat dari luasnya mungkin tergolong sumber daya yang sanggup diperbarui, tetapi bila dalam penangkapannya tidak terkendali maka sanggup tergolong sumber daya alam yang tidak sanggup diperbarui. Oleh sebab itu, perlu langkah-langkah pengendalian biar sumber daya perikanan sanggup lestari, yaitu dengan cara pembatasan jenis ikan yang boleh ditangkap dan zona penangkapannya sehingga ikan sanggup pulih dan mengembalikan populasinya.
Beberapa lokasi penangkapan ikan di Indonesia, di antaranya Bagan Siapi-api (Riau), Cilacap dan Tegal (Jawa Tengah), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Pelabuhan Ratu (Jawa Barat).
f. Peternakan
Peternakan di Indonesia umumnya masih merupakan perjuangan sampingan sebagian penduduk Indonesia. Kegiatan peternakan di Indonesia mencakup perjuangan memelihara dan mengembangbiakan hewan.
Usaha peternakan di Indonesia pada umumnya sanggup dikelom pokkan menjadi tiga, yaitu:
1) peternakan binatang besar, ibarat sapi, kerbau, dan kuda;
2) peternakan binatang kecil, ibarat kambing, biri-biri, dan kelinci;
3) peternakan unggas, ibarat ayam ras (ayam petelur dan ayam pedaging), bebek, burung puyuh, dan burung unta (baru dirintis).
Peternakan binatang besar banyak dijumpai di Nusa Tenggara dan pulau-pulau kecil di sekitar Jawa dan Madura. Hasil produksi peternakan tidak hanya berupa daging, tetapi juga bisa menghasilkan produk yang lain ibarat susu. Penghasil susu di Indonesia terdapat di Pangalengan dan Lembang (Jabar), Boyolali (Jateng), dan Grati (Jatim). Usaha pengembangan jenis sapi potong di Indonesia hingga dikala ini sudah berkembang di lima provinsi, yaitu Jabar, Jateng, Jatim, D.I. Yogyakarta, dan Nanggroe Aceh Darussalam.
Peternakan binatang kecil banyak dijumpai di pulau Jawa, Madura, Bali, NTT, dan Sulawesi Selatan. Hasil yang diperoleh ialah daging, kulit, dan bulu domba. Hasil tersebut selain sanggup meningkatkan kualitas gizi masyarakat juga sanggup menghasilkan bebagai industri penyamakan kulit dan barang kerajinan dari bulu domba.
Peternakan unggas ialah peternakan jenis binatang yang bersayap dan berkaki dua. Jenis unggas yang banyak dipelihara masyarakat Indonesia antara lain ayam, itik, bebek, angsa, dan jenis ayam ras. Biasanya hasil pemeliharaan ternak unggas akan diambil daging dan telurnya. Usaha peternakan akan terus menjadi sumber daya alam yang sanggup diperbarui apabila sanggup menyeimbangkan antara luas lahan pakan, populasi ternak, dan banyaknya kebutuhan daging.
g. Lahan (Tanah)
Lahan (tanah) merupakan salah satu sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan. Lahan akan tetap lestari (dapat diperbarui) apabila dipelihara dan dikonservasi pada dikala pengelolaannya. Lahan akan menjadi sumber daya alam yang tidak sanggup diperbarui apabila dalam penge lolaannya tidak dipupuk dan diolah sesuai dengan kesesuaian dan kemampuan lahan. Hal ini sanggup menimbulkan produksinya terus menurun bahkan tidak akan berproduksi lagi.
Lahan yang sanggup diolah, di antaranya lahan pertanian. Lahan ini di Indonesia sudah ratusan tahun berproduksi secara terus menerus, walaupun pada akhir-akhir ini sudah tidak bisa lagi untuk memenuhi kebutuhan penduduk secara lokal maupun nasional. Hal ini diakibatkan oleh laju pertumbuhan penduduk yang telah melampaui kecepatan dan kemampuan produksi pertanian.
Aspek lahan yang harus diperhatikan dalam mendukung kehidupan (produksi pertanian) ialah kesuburan tanah dan sifat fisik tanah. Lahan pertanian apabila ditanami secara terus menerus maka kesuburannya akan menurun dan apabila dibiarkan terus maka tanah akan menjadi tandus dan tidak sanggup berproduksi. Oleh sebab itu, biar lahan sanggup ditanami secara lestari maka diharapkan pemupukan yang berimbang (sesuai dengan kebutuhan), mencegah terjadinya pengikisan biar ketebalan tanah sanggup dipertahankan serta unsur hara tidak hilang terbawa air, dan penyiapan lahan olah yang baik biar mempunyai kemampuan menyerap air dengan tidak mengurangi ketersediaan oksigen dalam tanah.
Sifat fisik tanah yang kuat pada produktivitas lahan di antaranya tekstur, struktur, dan permeabilitas tanah. Tekstur tanah kaitannya dengan ukuran butir, yaitu halus tidaknya butiran tanah. Struktur tanah kaitannya dengan susunan tanah, kepadatan tanah, atau kekompakan tanah. Adapun permeabilitas tanah kaitannya dengan kemampuan tanah meloloskan air.
Tanah akan mempunyai produktivitas yang tinggi bila teksturnya antara debu hingga pasir halus, strukturnya antara granuler sedang hingga gumpal, dan permeabilitasnya antara sedang hingga agak lambat. Kondisi ini sanggup diusahakan oleh insan dengan cara diolah dengan pengolahan yang baik (memerhatikan aspek konservasi) dan menjaga tanah biar tidak terjadi adanya erosi.





Komentar
Posting Komentar
Ada komentar? Saran atau Pendapat? Silahkan sampaikan dengan bijak.
Salam :)