Faktor Penyebab Keterbelakangan Indonesia


Faktor Penyebab Keterbelakangan Indonesia dalam bidang sumber daya manusia - Antaranya diakibatkan oleh faktor pendidikan dan kesehatan.


1. Pendidikan
Tingkat pendidikan masyarakat sanggup dijadikan indikator dan citra mengenai kemampuan penduduk dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh lantaran itu, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, akan semakin tinggi kualitas orang tersebut. Untuk mengukur tinggi rendahnya pendidikan penduduk sanggup dilakukan dengan cara mengelompokkan tingkat pendidikan yang pernah diperoleh, mulai dari yang tidak sekolah hingga lulusan akademi tinggi.

Jumlah anak usia SD di Indonesia yang tidak bersekolah, putus sekolah, dan lulus SD yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP, semenjak 1995 hingga 2000 diperkirakan sebesar 12,8 juta, serta jumlah anak putus Sekolah Menengah Pertama sebesar 4,3 juta (Balitbang Diknas, 2000).

Anak tidak bersekolah atau putus sekolah disebabkan banyak sekali faktor, menyerupai sistem pendidikan sekolah yang kurang fleksibel sehingga banyak anak yang kesulitan dalam menyesuaikan diri, kemiskinan orang tua, rendahnya kesadaran masyarakat bawah perihal pentingnya pendidikan, kondisi geografis, anak harus membantu perekonomian keluarga, dan pendidikan sekolah dirasakan tidak memperlihatkan jaminan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja di Indonesia terus meningkat dengan kualitas yang rendah. Hal ini dikarenakan dari 97 juta angkatan kerja pada 2000 sebagian besar (67,5%) ialah angkatan kerja yang tidak tamat SD, tidak tamat SMP, tamat SD, dan tamat SMP. Selain itu, pihak pemerintah masih belum bisa menyediakan akomodasi pendidikan formal untuk melayani semua penduduk usia sekolah yang ada di Indonesia. Data kemampuan pemerintah dalam penyediaan pendidikan formal sanggup dilihat pada Tabel 2.7.

Faktor Penyebab Keterbelakangan Indonesia dalam bidang sumber daya insan Faktor Penyebab Keterbelakangan Indonesia


Untuk mengatasi permasalahan di atas diharapkan perubahan paradigma gres pembangunan yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja. Pendidikan sebagai subsistem pembangunan harus berorientasi pada pengem bangan kemampuan penerima asuh untuk siap kerja dan atau bisa mencipta kan lapangan kerja dengan me man faat kan potensi-potensi yang terdapat dalam lingkungan. Pendidikan perlu mengubah keluaran pendidikan dari worker society ke employee society untuk menjadi entrepreneur society. Kemajuan suatu masyarakat dan bangsa tidak ditentukan oleh worker society, melainkan oleh employee society (Sudjana, 2004).


2. Kesehatan
Kualitas penduduk di antaranya sanggup diamati dari tingkat kesehatan yang dimiliki oleh masyarakat. Tingkat kesehatan sanggup memengaruhi tingkat produktivitas, artinya bila masyarakatnya sehat maka kemampuan untuk bekerja dan berkarya sangat tinggi, sedangkan bila masyarakatnya sering sakit-sakitan, kemampuan untuk bekerja dan berkarya pun rendah. Akhir-akhir ini kesehatan bangsa Indonesia menurun tanggapan terjadi nya krisis ekonomi yang berkepanjangan, ditambah lagi munculnya banyak sekali penyakit gres yang menular secara cepat dan berbahaya, menyerupai HIV, stres, flu burung, sapi gila, antraks, demam berdarah, dan muntaber sehingga angka maut terus mengalami peningkatan.

Alat ukur yang paling gampang untuk mengetahui tingkat kesehatan penduduk ialah dengan melihat dari besarnya angka maut bayi (infant mortality rate), yaitu jumlah bayi yang meninggal di anak-anak 1 tahun. Satuan yang dipakai untuk memilih besarnya angka maut bayi ialah angka perbandingan maut bayi dari 1.000 kelahiran. Angka maut bayi di Indonesia bila dibandingkan dengan negaranegara Asia Tenggara masih tergolong tinggi. Untuk lebih jelasnya sanggup Anda lihat pada Diagram 2.1 berikut.

Faktor Penyebab Keterbelakangan Indonesia dalam bidang sumber daya insan Faktor Penyebab Keterbelakangan Indonesia


Berdasarkan diagram batang di atas, Indonesia mempunyai angka maut bayi 46. Artinya terjadi maut bayi sebesar 46 per 1.000 kelahiran sebelum bayi tersebut mencapai umur satu tahun. Angka maut tersebut tergolong sangat tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara maju, menyerupai terlihat pada Diagram 2.2 berikut.

Faktor Penyebab Keterbelakangan Indonesia dalam bidang sumber daya insan Faktor Penyebab Keterbelakangan Indonesia



Semakin besar angka maut bayi berarti semakin rendah kualitas penduduk di negara yang bersangkutan. Adapun tinggi rendahnya angka maut bayi di suatu negara sangat ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut.
a. Status gizi makanan penduduk.
b. Kesediaan obat-obatan serta sarana dan prasarana kesehatan yang sanggup dijangkau oleh masyarakat.
c. Tingkat penghasilan dan pendidikan penduduk.
d. Kondisi kesehatan lingkungan.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Penyuluhan dan penerapan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya gizi dalam kesehatan keluarga.
b. Layanan kesehatan yang gampang dijangkau oleh masyarakat.
c. Penyediaan lapangan kerja yang sanggup meningkatkan pendapatan.
d. Penyediaan kegiatan pendidikan yang terjangkau oleh masyarakat.
e. Penyuluhan dan training perihal kebersihan lingkungan.




Sekian materi mengenai Faktor Penyebab Keterbelakangan Indonesia dari , biar bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Penginderaan Jauh

Komposisi Susunan Penduduk Menurut Pendidikan

Sejarah Geografi Dan Tokoh Geografi