Komposisi Penduduk


Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin - Komposisi yaitu susunan atau tata susun. Jadi, yang dimaksud dengan komposisi penduduk yaitu susunan atau tata susun penduduk suatu negara atau suatu wilayah.  Persoalannya yaitu mengapa komposisi penduduk harus dikaji atau dipelajari?


Adapun yang menjadi alasannya yaitu sebagai berikut.
1. Setiap penduduk mempunyai usia dan jenis kelamin yang berbeda sehingga mempunyai potensi dan kemampuan yang berbeda. Pemerintah sanggup merancang kegiatan atau perencanaan yang sesuai dengan bobot dan kemampuan penduduk.
2. Menata kebutuhan sarana dan prasarana kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan perkembangan penduduk.
3. Mengendalikan dan memantau pemanfaatan sumber daya alam semoga sanggup hidup dan dipakai secara berkelanjutan.

Komposisi penduduk sanggup diartikan sebagai struktur pen duduk yang didasarkan atas atribut tertentu. Atribut dalam komposisi penduduk, di antaranya yaitu komposisi menurut atribut geografis, biologis, dan sosial. Komposisi penduduk menurut atribut geografis biasanya didasarkan pada pengelompokan karakteristik lokasi (penduduk desa dan kota), kepadatan (padat dan jarang), teknologi (maju dan berkembang), dan mata pencarian (industri dan agraris).

Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Komposisi Penduduk


Komposisi penduduk menurut atribut biologis biasanya didasarkan pada usia (anak-anak, dewasa, dan lansia) dan jenis kelamin (lakilaki dan perempuan). Komposisi penduduk menurut atribut sosial biasanya didasarkan pada identitas sosial, menyerupai warga negara (WNI dan WNA), perkawinan (kawin dan belum kawin), pendidikan (belum sekolah, tidak sekolah, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi), dan jenis mata pencarian (pekerjaan).

Pengelompokan penduduk menurut karakteristik tertentu me rupa kan upaya dalam memudahkan kegiatan menganalisis dan mengambil keputusan. Oleh sebab itu, pengelompokan penduduk harus berdasar kan pertimbangan yang logis, matang, dan bermakna sehingga tidak menimbul kan adanya kesalahan (bias). Pengelompokan yang terlalu rinci (mendetail) juga akan menimbulkan kesulitan dalam pengambilan keputusan.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai komposisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin.


Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia

Komposisi penduduk menurut usia yaitu susunan penduduk menurut kriteria usia penduduk. Komposisi penduduk menurut usia dibuat dalam usia tunggal, menyerupai 0, 1, 2, 3, 4, hingga 60 tahun atau lebih, sanggup juga menurut interval usia tertentu, menyerupai 0–5 (balita), 6–11 (anak SD), 12–15 (anak SMP), 16–19 (anak SMA), 20–24 (mahasiswa), 25–60 (dewasa), >60 (lansia), atau sanggup juga menurut usia produktif dan usia nonproduktif, menyerupai 0–14 (anakanak), 15–64 (dewasa), dan >65 (lansia).

Contoh penggunaan komposisi penduduk menurut usia yaitu dalam perencanaan kegiatan Wajib Belajar (Wajar). Dengan mengamati dan menganalisis jumlah penduduk tiap-tiap tingkatan maka sanggup diketahui berapa jumlah anak usia balita yang harus dipersiapkan sarana dan prasarananya, berapa jumlah tenaga pendidik untuk mendukung kegiatan tersebut, berapa jumlah sekolah yang sanggup melayani kegiatan mencar ilmu mengajar, dan bentuk persiapan-persiapan lainnya.

Contoh lain penggunaan komposisi penduduk menurut usia, yaitu dalam perencanaan pembangunan nasional. Dengan mengamati dan menganalisis jumlah penduduk tiap tingkatan usia maka sanggup diketahui bentuk dan orientasi pembangunan, apakah akan dikembangkan pemba ngunan yang padat modal atau padat karya. Komposisi penduduk menurut usia sanggup juga dipakai bagi perencanaan dan penyiapan cadangan pangan nasional.

Komposisi penduduk menurut usia produktif dan nonproduktif sanggup dipakai untuk menghitung angka ketergantungan (dependency ratio). Angka ini sangat penting diketahui sebab sanggup memperkirakan beban tiap penduduk nonproduktif untuk menopang kebutuhan hidupnya. Semakin besar angka ketergantungan, akan semakin besar beban penduduk dalam menopang kehidupan. Hal ini biasanya terjadi di negara berkembang dan terbelakang. Sebaliknya, jikalau semakin kecil angka keter gantungan, akan semakin kecil beban dalam menopang kehidupan. Hal ini biasanya terjadi di negara maju atau negara industri.

Angka ketergantungan (dependency ratio) sanggup dihitung dengan memakai rumus berikut.

Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Komposisi Penduduk


Keterangan:
Penduduk usia nonproduktif = usia 0–14 tahun dan > 65 tahun. Penduduk usia produktif = usia 15–64 tahun. Konstanta = 100.

Contoh:
Indonesia pada 1990 mempunyai jumlah penduduk 179.300.000 jiwa. Setelah dibuat tabel menurut usia produktif dan usia nonproduktif yang tergolong usia antara 0–14 tahun = 65.531.780 jiwa, sedangkan yang tergolong usia lebih dari 65 tahun = 6.230.435 jiwa. Hitunglah angka dependency ratio-nya.

Penyelesaian:

Diketahui:
Jumlah penduduk keseluruhan = 179.300.000 jiwa
Jumlah penduduk nonproduktif = 65.531.780 jiwa + 6.230.435 jiwa = 71.762.215 jiwa
Ditanyakan: dependency ratio?

Jawab:
Jumlah penduduk produktif = 179.300.000 jiwa – 71.762.215 jiwa = 107.537.785 iwa
Dependency Ratio = ( 71.762.215   /   107.537.785 ) × 100 = 66,73 = 67 orang

Jadi, angka dependency ratio di Indonesia pada 1990 yaitu 67. Berdasarkan perhitungan tersebut, di Indonesia pada 1990 setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung juga beban 67 orang penduduk usia nonproduktif. Artinya, bahwa dalam mencari nafkah atau perjuangan selain untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya sendiri, juga harus sanggup menanggung kebutuhan hidup orang lain.


Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Komposisi penduduk menurut jenis kelamin sanggup dipakai dalam menghitung angka perbandingan jenis kelamin (sex ratio). Angka tersebut sangat penting untuk diketahui sebab sanggup dipakai untuk memperkirakan bentuk pemberdayaan sumber daya manusia. Misalnya, berkenaan dengan pekerjaan, tanggung jawab, serta bentuk pengembangan pendidikan dan training yang sesuai dengan potensi dan kemampuan penduduk.

Pada zaman dahulu, kaum pria memang lebih mayoritas untuk berusaha (bekerja) dan mempertahankan diri. Pada dikala itu, teknologi masih sangat sederhana sehingga hanya penduduk yang mempunyai tenaga dan kemampuan fisik yang berpengaruh yang sanggup bertahan hidup. Akan tetapi, sesudah teknologi berkembang dengan cepat dan modern, ternyata hampir

semua yang dikerjakan oleh kaum pria juga sanggup dikerjakan oleh kaum perempuan. Hal ini mengakibatkan perbedaan jenis kelamin tidak menjadi suatu pembatas dalam kehidupan. Walaupun dalam kenyataannya kaum perempuan tidak sanggup dipersamakan dengan kaum pria atau sebaliknya, menyerupai fungsi reproduksi dan menyusui. Sex ratio sanggup dihitung dengan memakai rumus sebagai berikut.

Contoh:

Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Komposisi Penduduk


Indonesia pada 1990 mempunyai jumlah penduduk 179.299.995 jiwa. Setelah dibuat tabel menurut jenis kelamin, jumlah penduduk pria = 89.256.467 jiwa, sedangkan penduduk perempuan = 90.043.528 jiwa. Hitunglah angka sex ratio penduduk Indonesia.

Penyelesaian:

Diketahui:
Jumlah penduduk keseluruhan = 179.300.000 jiwa
Jumlah penduduk pria = 89.256.467 jiwa
Jumlah penduduk perempuan = 90.043.528 jiwa
Ditanyakan sex ratio ?
Jawab:
Sex Ratio = ( 89.256.467  /  90.043.528 ) × 100

= 99,13

Berdasarkan perhitungan tersebut mengatakan bahwa di Indonesia pada tahun 1990 setiap ada 100 perempuan terdapat 99 laki-laki.




Sekian bahan mengenai Komposisi Penduduk dari , Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Penginderaan Jauh

Komposisi Susunan Penduduk Menurut Pendidikan

Sejarah Geografi Dan Tokoh Geografi