Perairan Laut


Perairan Laut - Jenis-Jenis Laut, Kedalaman Laut, Keadaan Fisik Air Laut



1. Jenis-Jenis Laut

Ilmu yang mempelajari bahari atau lautan disebut Oseanografi. Objek yang dipelajarinya yaitu mengenai keadaan fisik air bahari tersebut, arus, gelombang, kedalaman, serta pasang naik dan pasang surut. Samudra yaitu bentangan air asin yang menutupi cekungan yang sangat luas, sedangkan bahari yaitu merupakan potongan dari samudra. Permukaan bumi yang ditutupi air samudra mencakup sekitar 70%. Penyebarannya tidak merata di antara belahan bumi utara dan selatan. Belahan bumi utara 60% terdiri atas air permukaan dan 40% daratan, sedangkan belahan bumi selatan 83% terdiri atas air permukaan dan 17% terdiri atas daratan. Di Indonesia perbandingan antara lautan dan daratan yaitu 6:4, jadi lebih luas lautan dibandingkan daratan.

Jenis-jenis laut, antara lain sebagai berikut.

a. Jenis Laut Menurut Proses Terjadinya
1) Laut Regresi, yaitu bahari yang menyempit pada waktu zaman es, terjadi penurunan permukaan air laut. Dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul pada zaman glasial merupakan daratan. Dangkalan Sunda merupakan potongan dari Benua Asia, sedangkan dangkalan Sahul merupakan potongan dari Benua Australia. Pada waktu air surut ada potongan dari bahari yang masih merupakan bahari sebab dalamnya, bahari inilah yang dinamakan bahari regresi. Contohnya Laut Banda dan Selat Makassar.
2) Laut Transgresi yaitu bahari yang terjadi sebab genangan air bahari terhadap daratan akhir kenaikan tinggi permukaan air bahari yang mencapai kurang lebih 70 m pada zaman es. Inilah yang mengakibatkan dataran rendah di Indonesia Timur atau Barat tergenang air bahari dan kini menjadi bahari dangkal. Contoh: Laut Jawa, Selat Sunda, Selat Karimata, Laut Cina Selatan, dan Laut Arafuru.
3) Laut Ingresi yaitu bahari yang terjadi sebab dasar bahari mengalami gerak menurun, sanggup berupa palung bahari atau lubuk laut.

b. Jenis Laut Menurut Letaknya
1) Laut Tepi (sub/ocean), yaitu bahari yang letaknya di tepi benua dan terpisah dengan lautan oleh adanya gugusan pulau. Contohnya, Laut Jepang dan Laut Cina Selatan.
2) Laut Pertengahan (middle sea) yaitu bahari yang terletak di antara benua, misalnya Laut Tengah.
3) Laut Pedalaman (inland sea) yaitu bahari yang terletak di tengah-tengah benua (daratan). Contohnya, Laut Hitam dan Laut Kaspia.



Sebelum lanjut ke materi, artikel terkait mengenai Perairan Darat ini mungkin sanggup membantu.


2. Kedalaman Laut

Dasar bahari ternyata tidak rata kedalamannya. Pada umumnya, lautlaut di pinggir benua lebih dangkal daripada di tengah lautan. Tingkattingkat kedalaman dasar bahari yaitu sebagai berikut.
a. Zona Litoral (pesisir), yaitu tempat pantai yang terletak di antara garis pasang naik dan pasang surut.
b. Zona Neritik (laut dangkal), dengan ketentuan sebagai berikut.

 Ilmu yang mempelajari bahari atau lautan disebut Oseanografi Perairan Laut


1) Bagian dasar bahari hingga kedalaman 200 m.
2) Sinar matahari masih tembus ke dasar laut.
3) Pada zona ini banyak hewan dan flora bahari sehingga zona ini penting artinya bagi kehidupan manusia.
4) Zona ini mencakup Landas Kontinen Sunda, menyerupai Laut Jawa, Laut Natuna, Selat Karimata, Selat Malaka, dan Landas Kontinen Sahul yaitu Laut Arafuru.
c. Zona Batial (wilayah bahari dalam), dengan ketentuan sebagai berikut.
1) Kedalamannya antara 200–2000 m.
2) Sinar matahari sudah tidak tembus hingga ke dasar laut, sebab itu tumbuh-tumbuhan bahari jumlahnya terbatas demikian juga binatang-binatang lautnya.
d. Zona Abissal (wilayah bahari sangat dalam), dengan ketentuan sebagai berikut.
1) Kedalamannya antara 2000–5000 m.
2) Tekanan airnya sangat besar.
3) Suhu sangat rendah.
4) Tidak terdapat flora laut.
5) Binatang bahari sangat terbatas.
e. Zona Hadal (wilayah bahari yang paling dalam), kedalamannya lebih dari 5000 m, termasuk palung bahari dan lubuk laut.

 Ilmu yang mempelajari bahari atau lautan disebut Oseanografi Perairan Laut


Zona Batial, Abissal, dan Hadal disebut juga Zona Dasar Laut Dalam sebab pada zona ini temperatur air bahari dan salinitasnya relatif sama (homogen), tidak ada cahaya matahari yang tembus, tekanan airnya besar, serta tidak terpengaruh oleh adanya demam isu dan letak lintang. Sejak dahulu para mahir kelautan telah banyak yang tertarik untuk meneliti bahari secara lebih mendalam. Sampai dikala ini banyak penelitian yang telah dilakukan termasuk laut-laut yang terdapat di Indonesia.



a. Susunan Kimiawi dan Salinitas Air laut
b. Suhu atau Temperatur Air Laut
c. Warna Air Laut
d. Arus Laut
e. Gelombang Laut
f. Pasang Surut
g. Manfaat dan Permasalahan Laut di Indonesia




Sekian bahan mengenai Perairan Laut dari , biar bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Penginderaan Jauh

Komposisi Susunan Penduduk Menurut Pendidikan

Sejarah Geografi Dan Tokoh Geografi