Daur Dan Macam Batuan

Batuan - Daur dan Macam Macam Batuan. Hari ini kita akan membahas mengenai materi tersebut.



Daur Batuan

Siklus batuan berawal dari proses pembentukan magma. Batuan pembentuk kulit bumi selalu mengalami siklus (daur), yaitu batuan mengalami perubahan wujud dari magma, batuan beku, sedimen, malihan, dan kembali lagi menjadi magma. Tempat pembekuan mungkin terjadi di permukaan bumi, di lapisan litosfer yang tidak begitu dalam, atau di dalam dapur magma bantu-membantu dengan proses pembekuan magma secara keseluruhan. Oleh alasannya itu, batuan yang berasal dari magma akan berbeda-beda pula jenisnya. Semuanya dinamakan batuan beku. Untuk lebih jelasnya mengenai daur batuan sanggup dilihat pada Gambar 3.1 berikut.

 Hari ini kita akan membahas mengenai materi tersebut Daur dan Macam Batuan


Akibat imbas atmosfer, batuan beku di permukaan bumi akan rusak, hancur, dan kemudian terbawa oleh ajaran air, gletser, dan embusan angin. Tidak jarang pada waktu hujan lebat, batuan yang hancur tersebut meluncur pada lereng yang curam alasannya gravitasi dan pada alhasil batuan yang telah diangkut itu akan diendapkan di daerah baru. Sampai pada alhasil terbentuklah batuan endapan yang bertimbun di dataran rendah, sungai, danau, atau di laut.

Batuan beku maupun batuan endapan pada suatu masa alasannya tenaga endogen mencapai suatu daerah yang berdekatan dengan magma. Akibat terjadinya persinggungan dengan magma, batuan sedimen maupun beku sanggup berubah bentuknya dan lazim dinamakan dengan batuan malihan (metamorf). Batuan malihan sanggup juga terbentuk sebagai akhir tekanan yang terjadi pada batuan sedimen.

Pada suatu tempat, batuan malihan akan mengalami proses pengangkatan sehingga lapisan yang tadinya berada di dalam muncul ke permukaan bumi. Namun, sanggup pula akhir tenaga eksogen akan terjadi pelapukan dan pengangkutan, sehingga berubah kembali menjadi batuan sedimen. Hal ini sanggup juga terjadi alasannya acara vulkanisme di mana batuan malihan bertemu dengan resapan magma, batuan malihan berbaur dengan magma tersebut dan menjadi bab magma tersebut. Akibatnya, batuan malihan berkembang menjadi batuan beku lagi. Fenomena inilah yang dinamakan dengan daur batuan.




Macam Macam Batuan

Batuan merupakan benda alam yang menjadi penyusun utama di muka bumi. Pada umumnya batuan merupakan adonan mineral yang bergabung secara fisik antara satu mineral dengan mineral lainnya. Beberapa batuan hanya tersusun atas beberapa mineral saja dan mineral lainnya dibuat oleh gabungan mineral yang berasal dari materi organic dan bahan-bahan vulkanik.

Secara umum, komposisi batuan di permukaan bumi yang didasarkan atas jenis batuannya didominasi oleh jenis batuan sedimen yang menutupi hampir 66% permukaan bumi, sedangkan 34% berupa batuan ekstrusi 8%, batuan intrusi 9%, dan batuan metamorf 17%.


Berdasarkan proses terjadinya, batuan sanggup dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

a. Batuan Beku (Igneous Rock)
Batuan beku atau igneous rock berasal dari bahasa latin inis yang berarti api (fire). Batuan beku merupakan batuan hasil pembentukan cairan magma, baik di dalam maupun di atas permukaan bumi sehingga tekstur yang terbentuk sangat bergantung kondisi pembekuannya.

Magma panas yang bergerak dari dalam bumi ke permukaan semakin usang semakin hambar dan pada alhasil membeku. Batuan beku yang tidak mencapai permukaan bumi disebut batuan beku dalam atau batuan intrusi (plutonis). Proses pembekuan batuan plutonis berlangsung lambat sehingga menghasilkan bentuk kristal-krital besar yang sering disebut pula tekstur phaneritis.

Sementara itu, ada pembentukan batuan sesudah mencapai per mukaan bumi sehingga dikenal dengan nama batuan beku luar atau batuan ekstrusi (batuan vulkanis). Batuan vulkanis dengan cepat sekali membeku sehingga jenis kristal batuannya besar, bersifat halus, dan sulit dilihat dengan mata telanjang. Batuan dengan mineral halus disebut tekstur aphanitis.

Beberapa jenis batuan beku penting yang banyak terdapat di alam yaitu granit, granodiorit, diorit, andesit, gabro, basal, kerikil beling (obsidian), kerikil apung, dan konglomerat.

 Hari ini kita akan membahas mengenai materi tersebut Daur dan Macam Batuan


b. Batuan Sedimen
Batuan endapan (sedimen) yaitu jenis batuan yang terjadi alasannya adanya pengendapan materi hasil erosi. Sekitar 80% permukaan benua tertutup oleh batuan sedimen. Materi hasil abrasi terdiri atas aneka macam jenis partikel, ada yang halus, kasar, berat, dan juga ringan. Cara peng ang kutannya bermacam-macam, menyerupai terdorong (traction), terbawa secara melompatlompat (saltation), terbawa dalam bentuk suspensi, dan ada pula yang larut (salution).

Klasifikasi batuan endapan bergantung kepada kriteria yang dipakai, yaitu sebagai berikut.
1) Berdasarkan Proses Pengendapannya
a) Batuan Sedimen Klastik, yaitu batuan sedimen yang susunan kimianya sama dengan susunan kimia batuan asal. Artinya, batuan tersebut ketika diangkut hanya mengalami penghancuran secara mekanik dari besar menjadi kecil. Batu gunung yang membukit akhir pelapukan, akan hancur berkeping-keping. Kepingan tersebut diangkut air hujan, longsor, atau berguling-guling di lereng dan masuk ke dalam sungai. Arus sungai membantingbanting kerikil itu sehingga menjadi bentukan kerikil, pasir, dan lumpur yang kemudian mengendapkannya di daerah baru. Inilah yang disebut batuan sedimen klastik.
b) Batuan Sedimen Kimiawi, yaitu batuan sedimen yang terbentuk jikalau dalam proses pengen dapan tersebut terjadi proses kimia, menyerupai pelarutan, penguapan, oksidasi, dan dehidrasi. Contohnya hujan yang terjadi di gunung kapur. Air hujan yang mengandung CO2 meresap ke dalam retakan halus pada kerikil gamping (CaCO3).

Air itu melarutkan gamping yang dilaluinya menjadi larutan air kapur atau Ca(HCO3)2. Aliran larutan kapur itu alhasil hingga ke atap gua kapur. Tetesan air kapur tersebut membentuk stalaktit di atap gua dan stalagmit di dasar gua. Terjadinya stalaktit dan stalagmit akhir adanya pelarutan dan penguapan H2O dan CO2 pada waktu air kapur menetes. Kedua bentukan sedimen kapur tersebut disebut batuan sedimen kimiawi.

 Hari ini kita akan membahas mengenai materi tersebut Daur dan Macam Batuan


c) Batuan Sedimen Organik, yaitu batuan sedimen yang terjadi
alasannya selama proses peng endapannya menerima sumbangan dari organisme. Sisa rumah, atau bangkai hewan bahari yang tertimbun di dasar laut, menyerupai kerang, terumbu karang, tulang belulang, kotoran burung guano yang menggunung di Peru, lapisan humus di hutan, dan organisme-organisme lainnya.
2) Berdasarkan Perantara atau Mediumnya
a) Batuan sedimen aeris (aeolis). Pengangkutan batuan ini yaitu oleh angin. Misalnya: tanah los, tuff, dan pasir di gurun.
b) Batuan sedimen glasial. Pengangkutan batuan ini yaitu dilakukan melalui madia mediator es. Contohnya moraine.
c) Batuan sedimen aquatis. Batuan sedimen yang terdiri atas batubatu yang sudah direkat antara satu sama lain.

c. Batuan Metamorf atau Malihan
Batuan malihan yaitu batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku dan batuan endapan) akhir proses metamorfosis. Metamorfosis yaitu suatu proses yang dialami batuan asal akhir dari adanya tekanan atau temperatur yang meningkat atau tekanan dan temperatur yang samasama meningkat.

Perubahan batuan sanggup terjadi alasannya majemuk hal, antara lain sebagai berikut.
1) Suhu tinggi, berasal dari magma alasannya berdekatan dengan dapur magma sehingga metamorfosis ini disebut metamorfosis kontak. Misalnya: marmer dari kerikil kapur dan antrasit dari kerikil bara.
2) Tekanan tinggi, berasal dari adanya endapan-endapan yang sangat tebal di atasnya. Contohnya kerikil pasir dari pasir.
3) Tekanan dan suhu tinggi, terjadi jikalau ada pelipatan dan geseran pada waktu terjadi pembentukan pegunungan. Metamorfosis ini disebut metamorfosis dinamo. Misalnya, kerikil asbak dan kerikil tulis.
4) Penambahan materi lain, pada ketika terjadi perubahan bentuk terkadang terdapat penambahan materi lain. Jenis batuan metamorf tersebut dinamakan batuan metamorf pneumatalitis.

 Hari ini kita akan membahas mengenai materi tersebut Daur dan Macam Batuan




Sekian materi mengenai Batuan dari , supaya bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Penginderaan Jauh

Komposisi Susunan Penduduk Menurut Pendidikan

Sejarah Geografi Dan Tokoh Geografi