Tata Surya

Tata surya (The Solar System) – Pengertiannya ialah suatu sistem yang terdapat di jagat raya terdiri atas matahari sebagai pusatnya, planet-planet (termasuk Planet Bumi), satelit-satelit (misalnya bulan), asteroid, komet, meteor, debu, kabut, dan benda-benda lainnya sebagai anggota dari tata surya yang beredar mengelilingi pusatnya, yakni matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing.




a. Teori Nebula
b. Teori Planetesimal
c. Teori Pasang Surut
d. Teori Bintang Kembar
e. Teori Awan Debu




Matahari merupakan salah satu bintang di dalam Galaksi Bima Sakti yang mempunyai fungsi dan peranan paling penting di dalam struktur tata surya. Matahari merupakan pecahan dari tata surya yang mempunyai ukuran, massa, volume, temperatur, dan gravitasi yang paling besar sehingga matahari mempunyai efek yang sangat besar pula terhadap bendabenda angkasa yang beredar mengelilinginya.



Sebelum melanjutkan pembelajaran, materi sebelumnya mengenai Jagad Raya ini mungkin bisa membantu.



3. Planet-Planet (The Planets)

Planet merupakan benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri, berbentuk bulatan dan beredar mengelilingi matahari. Sebagian besar planet mempunyai pengiring atau pengikut planet yang disebut satelit yang beredar mengelilingi planet.

Dalam sistem tata surya terdapat delapan planet. Berdasarkan urutan nya dari matahari. Planet-planet tersebut terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, beredar mengelilingi matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing dalam suatu sistem tata surya.



4. Komet

Komet merupakan anggota tata surya yang terdiri atas pecahan benda angkasa, es, dan gas yang membeku. Komet mengorbit matahari dalam suatu lintasan yang berbentuk elips. Strukturnya terdiri atas kepala dan ekor komet. Kepala komet berdiameter lebih dari 65.000 km mencakup inti dan koma.

 Pengertiannya ialah suatu sistem yang terdapat di jagat raya terdiri atas matahari sebag Tata surya


Adapun ekor komet mempunyai panjang hingga ribuan kilometer yang arahnya selalu menjauhi atau berlawanan dengan matahari. Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet sanggup diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a. Komet Berekor Panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat hambar di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas kawasan yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas sehinggamembentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, Komet Kohoutek yang melintas erat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan Komet Halley setiap 76 tahun sekali.

b. Komet Berekor Pendek, yaitu komet yang garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang mempunyai kesempatan untuk menyerap gas di kawasan yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya Komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.

Pada 1705, Edmund Halley memperkirakan bahwa komet terlihat pada 1531, 1607, dan 1682 dan kembali lagi pada 1758. Karena hal tersebut, salah satu dari sekian banyak komet diberikan nama komet Halley. Rata-rata periode munculnya orbit komet Halley antara set iap 76–79 tahun sekali. Komet Halley terakhir terlihat pada 1986 yang lalu. Inti atau sentra dari komet Halley diperkirakan kurang lebih 16x8x8 km. Inti dari komet Halley sangat gelap. Diperkirakan komet Halley akan tampak lagi pada 2061. Selain komet Halley, terdapat banyak sekali macam nama komet lainnya, di antaranya komet Hyakutake dan komet Hale-Bopp.



5. Meteor

Meteor ialah benda angkasa berupa pecahan batuan angkasa yang jatuh dan masuk ke dalam atmosfer bumi. Ketika meteor masuk ke dalam atmosfer bumi maka akan terjadi ukiran dengan udara sehingga benda tersebut akan menjadi panas dan terbakar. Meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi dan hingga ke permukaan bumi disebut meteorit. Tumbukan meteorit berukuran besar pada permukaan bumi seringkali menimbulkan lubang besar di permukaan bumi yang disebut kawah meteorit, contohnya Kawah Meteorit Arizona di Amerika Serikat yang lebarnya sekitar 1.265 m.

 Pengertiannya ialah suatu sistem yang terdapat di jagat raya terdiri atas matahari sebag Tata surya



6. Asteroid

Asteroid ialah kumpulan planet kecil yang terdapat di antara orbit Mars dan Yupiter. Penemuan asteroid diawali alasannya ialah adanya kecurigaan para mahir astronomi yang melihat bahwa antara Planet Mars dan Yupiter dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh.

Para astronom berlomba untuk menye lidikinya dan berkeyakinan bahwa di tempat tersebut terdapat planet yang belum diketahui. Sampai ketika ini telah teridentifikasi lebih kurang 5.000 asteroid pada kawasan tersebut dan diprediksikan seluruhnya terdapat lebih dari 50.000 asteroid. Beberapa asteroid yang telah diidentifikasi antara lain Ceres merupakan asteroid terbesar dengan diameter 780 km, Pallas 560 km, Vesta 490 km, Hygeva 388 km, Juno 360 km, dan Davida 272 km. Garis edar asteroid pada umumnya beredar di antara garis edar Mars dan Yupiter. Akan tetapi, ada pula beberapa asteroid yang menyimpang ke luar melintasi garis edar dari kedua planet tersebut.

Awal mula keberadaan asteroid yang berjumlah puluhan ribu di antara orbit Mars dan Yupiter belum diketahui secara pasti. Secara teoretis diyakini bahwa asteroid terbentuk alasannya ialah terjadi benturan diantara beberapa planet kecil sehingga terpecah-belah menjadi asteroid dengan jumlah yang cukup banyak.

 Pengertiannya ialah suatu sistem yang terdapat di jagat raya terdiri atas matahari sebag Tata surya



7. Bulan (The Moon)

Bulan merupakan benda angkasa berbentuk lingkaran yang beredar menge - lilingi bumi dalam suatu lintasan yang disebut garis edar atau orbit tertentu. Oleh alasannya ialah bulan selalu bergerak mengelilingi bumi kemanapun bumi bergerak maka bulan merupakan satelit bumi (satelit artinya pengikut). Selain bumi, planet-planet lain yang mempunyai satelit ialah Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

 Pengertiannya ialah suatu sistem yang terdapat di jagat raya terdiri atas matahari sebag Tata surya


Diameter bulan lebih kurang 3.476 km atau sekitar 1/4 diameter bumi, jarak rata-ratanya ke bumi sekitar 384.000 km. Periode revolusi bulan terhadap bumi sekitar 27,3 hari, sedangkan periode rotasinya sama dengan revolusinya, yaitu 27,3 hari atau satu bulan sideris, yaitu peredaran bulan mengelilingi bumi dalam suatu lingkaran penuh (360°). Ciri dari bulan yang telah menuntaskan satu lingkaran penuh, ialah posisi bulan terhadap bumi telah kembali pada posisi semula.

Bulan merupakan benda angkasa yang sangat kecil gravitasinya kirakira hanya 1/6 gravitasi bumi. Akibatnya bulan tidak bisa mengikat atmosfer. Ketiadaan atmosfer di bulan menjadikan keadaan bulan sangat sunyi alasannya ialah tidak terdapat media yang berfungsi merambatkan gelombang suara. Akibat lainnya ialah pada siang hari suhu permukaan bulan menjadi sangat panas, yaitu mencapai 100° C, sedangkan pada pecahan bulan yang mengalami malam hari suhu permukaannya menjadi sangat dingin, yaitu mencapai -150° C.

Bulan mengelilingi bumi dalam jangka waktu satu bulan. Pergerakan bulan dari waktu ke waktu menimbulkan terjadinya perubahan sudut yang dibuat oleh garis yang menghubungkan antara matahari, bumi, dan bulan. Perubahan sudut tersebut menimbulkan terjadinya perubahan penampakan bulan kalau dilihat dari bumi yang disebut fase bulan. Jika bulan berada pada posisi terdekat ke matahari, pecahan bulan yang menghadap ke bumi akan tampak gelap, keadaan menyerupai itu disebut fase bulan baru. Sementara bulan melanjutkan pergerakannya mengitari bumi, tampak bulan berubah pula menjadi fase bulan sabit, kemudian bulan setengah, bulan tiga perempat, kemudian menjadi bulan purnama. Setelah tercapai fase purnama, fase berikutnya ialah kebalikannya hingga pada kesudahannya terjadi fase gelap atau bulan gres kembali.

 Pengertiannya ialah suatu sistem yang terdapat di jagat raya terdiri atas matahari sebag Tata surya



8. Gerhana

Bumi dan bulan merupakan benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri. Tanpa adanya cahaya matahari yang dipantulkan oleh bumi maupun bulan, maka bumi tidak akan terlihat dari bulan demikian juga bulan tidak akan terlihat dari bumi.

Jika dalam peredarannya bumi maupun bulan berada dalam suatu garis lurus dengan matahari, maka memungkinkan akan terjadinya kejadian gerhana matahari atau bulan.

a. Gerhana Matahari
Gerhana matahari merupakan gerhana yang terjadi sebagai akhir bayang-bayang bulan mengenai bumi, dimana cahaya matahari yang menuju bumi pada siang hari terhalang bulatan bulan. Oleh alasannya ialah diameter bulan tidak lebih besar dari diameter bumi, maka gerhana matahari hanya terjadi pada sebagian kecil permukaan bumi dan berlangsung lebih kurang 7 menit.

 Pengertiannya ialah suatu sistem yang terdapat di jagat raya terdiri atas matahari sebag Tata surya


b. Gerhana Bulan
Gerhana bulan ialah gerhana yang terjadi akhir bayang-bayang bumi mengenai bulan, artinya cahaya matahari yang menuju bulan pada malam hari terhalang oleh bulatan bumi. Diameter bumi lebih besar dari diameter bulan. Seluruh bulatan bulan akan tertutup oleh bulatan bumi sehingga ketika kejadian gerhana bulan, seluruh permukaan bumi yang ketika itu terjadi malam hari akan mengalami gerhana bulan yang berlangsung lebih kurang dalam rentang waktu 1 jam 40 menit.

 Pengertiannya ialah suatu sistem yang terdapat di jagat raya terdiri atas matahari sebag Tata surya




Sekian materi mengenai Tata Surya dari , supaya bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Penginderaan Jauh

Komposisi Susunan Penduduk Menurut Pendidikan

Sejarah Geografi Dan Tokoh Geografi